Sunday, November 18, 2012

Belajar Dari Alam

Langit begitu gelap siang ini. Sinar matahari yang begitu hebat kalah oleh awan yang labil. Ya labil, berubah-rubah tanpa terprediksi. Bisa putih bersih bercahaya mempesona, tapi juga bisa gelap mendung seperti saat ini. Bahkan aku berani bertaruh, sebentar lagi pasti dia menangis.
Awan sebenarnya baik, meski dia sering sesukanya menutupi cahaya matahari, dia tak bermaksud jahat pada matahari, dia hanyalah tipe yang senang bermain. Kesana kemari. Karena terpengaruh oleh angin.
Angin lah yang egois. Sesukanya. Berlari-lari kesana kemari. Mendorong awan. Dan membuat awan terbawa terlalu jauh hingga lelah dan menangis. Angin lah yang jahat. Bukan hanya awan yang ditiupnya. Pohon juga, atau semuanya yang dia lewati.
Bedanya, pohon jauh lebih pasrah dari awan. Dia tidak bisa lari dan akhirnya kabur dalam tangisan, dia cuma bisa diam. Selalu diam. Bahkan bisa dibilang pohon terlalu pasrah. Bukan hanya dalam menghadapi angin, tapi apapun yang menerpanya. Gersang karena matahari sedang ingin bersinar terus-menerus, pohon diam dan kemudian mati. Diterpa angin yang menggila menjadi badai, pohon tetap diam dan kemudian roboh.
Betapa payahnya.
Tapi pohon adalah sumber kehidupan. Dibalik diamnya, dia selalu menghasilkan oksigen untuk nafas hidup manusia. Selalu. Tak kenal lelah. Tanpa mengeluh.
Padahal manusia pula lah yang menebangi mereka menjadi potongan-potongan demi memenuhi kebutuhan mereka. Tapi pohon tak pernah protes. Dia terima. Dengan senang hati berkorban untuk binasa demi senyum manusia saat melihat mereka sebagai perabot rumah mereka. Mereka rela bertransformasi, meninggalkan diri mereka yang asli menjadi apa yang menurut manusia, lebih baik bagi mereka. Pohon menelan rasa rindunya pada daun, pada akar, pada semua yang dia sayangi. Dan tak pernah menyerah.  Kapanpun mereka kembali ke tanah, mereka akan tumbuh kembali, memulai kehidupan baru lagi. Begitu seterusnya.

Betapa rendah hati dan luar biasa sekali kelapangan hati seorang pohon.
Semoga kita semua bisa banyak belajar darinya. Amin.

Tuesday, October 9, 2012

Selamat, Anda Seorang Traveler !

Gue adalah orang yang gila filosofi atau quotes2 keren.
Dan baru kali ini, ada satu quotes yang bener2 efeknya dahsyat banget buat gue.
"A jouney of a thousand miles must begin with a single step."
Simpel. Satu kalimat doang. Pendek pula. Tapi sumpah ini quote ngerubah hidup gue banget. Quote dari Lao Tzu seorang filsuf cina yang ngedeskripsikan sebuah perjalanan, atau traveling ini, tiba-tiba nyihir gue buat ngerubah jalan hidup gue dari yang cwe biasa2 aja menjadi seorang TRAVELER.
Bener kata Lao Tzu, perjalanan hebat itu dimulai dari langkah pertama. Dan gue, udah memulai langkah pertama gue di Borneo ini, yang bikin gue jadi sangat jatuh cinta sama alam dan petualangannya. Oke, sebenernya, gue udah mulai langkah pertama gue 5 bulan yang lalu, dan puncak pemicunya adalah pada sebulan yang lalu. Apa yang terjadi pada 5 bulan yang lalu?? Gue ikutan nekat-nekatan liburan ke Pulau Tidung. Bagaimana ceritanya dan apa yang gue dapetin dari perjalanan gue itu gue bahas lain kali ya. Sekarang kita fokus ke hobi baru traveling gue ini aja ya hahaha. Dan sebulan yang lalu, nah ini lah yang bener2 jadi titik tolak kecanduan gue sama jalan-jalan, gue terbang ke Bangka. Iya Bangka, Pulau Bangka. Keren kan?? Tau doong pastinya gimana indahnya di sana?? Nanti nanti gue ceritain dan gue uplodin foto2nya hahaha

So what I wanna to say here is...

I love traveling.
Why?
"Because traveling it is the only thing that I buy for it, but it makes me richer."
Banyak banget hal, yang gak bisa lo dapetin di bangku sekolahan, tapi bisa lo dapetin hanya dengan sehari lo menjelajah ke tempat yang belom pernah lo dapetin sama sekali. Jujur, traveling emang ngabisin duit. Tapi, untuk pertama kalinya, gue gak ngerasa nyesel dengan kehilangan duit gue yang gue gunain buat ongkos perjalanan gue. Rasanya sangat jauh beda dibanding lo ngabisin duit dengan jumlah yang sama tapi untuk beli sepasang sepatu mahal. Habis duit buat traveling itu rasa puasnya  beda, gak bisa digantikan dengan apapun.
Dan bener juga kalo Nabi Muhammad pernah bersabda :
"Don't tell me how much educated you are, but tell me how much you travelled."
Bahkan Islam pun mengajarkan umatnya untuk hijrah, untuk berpindah-pindah, melakukan perjalanan, memulai sesuatu yang baru, menebar kebaikan di sana, dan kembali ke rumah atau melanjutkan langkah lagi ke tempat berikutnya. Intinya, don't just stay in a  line.
"A ship is safe in the harbor, but that's not what ships are built for."
Luar biasa sekali makna quotes di atas barusan. Sebuah kapal memang aman jika di pelabuhan, tapi itu bukan gunanya kapal dibuat kan? Yah, kapal berfungsi untuk berlayar, karena itu dia harus berlayar. Manusia pun sama, mereka diciptakan sebagai khilafah di bumi, oleh karena itu berkelanalah. Temukan apa yang tak bisa kau temukan jika kau hanya berdiam diri di rumah, atau terpaku pada rutinitas sehari-hari. Ambil waktu, tak perlu lama, hanya untuk sekedar berjalan-jalan. Tak perlu jauh. Dan jika kau tak tau harus kemana, ikuti saja kemana hatimu ingin kau melangkah.
“A good traveler has no fixed plans and is not intent on arriving.”
 Yang penting, dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Man Jadda Wajadda. Ayo beranikan diri. Alam tidak akan menyakitimu jika kau tak menyakiti mereka. Bersikap positiflah, ambil ranselmu, dan mulai langkah pertamamu dari sekarang!
"Without new experiences, something inside of us sleeps. The sleeper must awaken."
Nunggu apalagi sih? Ayo mulai jalan-jalan! Nikmatilah harimu! Kumpulkan cerita perjalananmu sebanyak-banyaknya! Kasian kan ntar anak dan cucu kalian kalo orang tua mereka ternyata tidak punya cerita seru apapun untuk diceritakan ke mereka? Tapi ingat pulang ya! Jangan keasikan jalan2nya jadi ga ingat rumah! Tau ga sih apa makna sebenernya traveling? Ini bukan quotes dari siapapun, ini murni makna yang gue dapetin setelah perjalanan gue selama ini.
"You go out for searching what do you want, but then you find it at home."
Entah apakah bagi kalian sama dan berlaku juga, hehe we don't know. Makanya temukan arti perjalananmu sendiri! Dan nanti kita sharing pengalaman masing2! It really gonna be fun!

Oke deh, smoga suatu waktu kita bisa bertemu di suatu tempat di luar sana ya!



Salam traveler !








Monday, October 8, 2012

My New Amazing Life

Gak kerasa, udah 3 minggu aja gue tinggal di tanah Borneo. Dan seminggu lagi, gue dikasih kesempatan buat kembali nginjekin kaki di Jakarta. Yup, kepulangan gue dipercepet. Yang harusnya 6 minggu baru off, ini gue 4 minggu udah dikasih (paksa) pulang. Analis cwe lawan shift gue butuh kepulangannya diundur, karena mau masuk kuliah perdana di awal bulan November. Jadi, harusnya tengah Oktober ini jatah dia yang pulang, malah diganti gue yang pulang. Dan nanti jatah gue pulang, diambil ama dia. Ngerti? Yup, ini lab emang kekurangan orang. Kerjaannya dikit sih, jadi si bos ga mau nambah karyawan. Cuma aja repotnya ya gitu, kalo satu off, yang lain harus rela jadi backup-an.

Ohya tadi gue bilang kerjaan dikit yak? Hahahaha tapi emang bener koq. Oke deh gue ceritain deh gimana aktifitas gue sehari-hari di sini ya.
Jadi jam kerja gue tuh 12 jam. Yak, gak usah bilang gue gila, karena itu gak akan ngeubah apapun, jam kerja gue tetep 12 jam. Ya sih awalnya juga gue kaget. Wow banget ngabisin setengah dari 24 jam hari gue untuk kerjaan gitu kan, tapi ternyata kata Heru, di mining emang rata-rata gitu. Soalnya penambangan jalan terus kan 24 jam, makanya sampel kudu dicek, dan yang ngeceknya, yaitu gue sebagai analis, kudu ready stock di tempat. 
Karena gue masuk jam 6, gak ada lagi dah cerita bangun jam 7 kaya jaman kerja di Mensa dulu. Gue kudu bangun jam 5. Kelar mandi gue ngikut ngumpul ama para cowo2 perkasa yang lagi pada sarapan. Sebagai anak baru akhirnya gue ikutan ngambil piring. Dan gue langsung terhenyak ngeliat menu makan sarapan pagi yang sumpah racun banget buat gue. LAUKNYA BANYAK bray. Buat sarapan lho ini!!! Tapi terpampang ayam goreng, sarden, telor dadar, sayur sop, sayur oseng buncis, lalapan, tempe tahu, kerupuk! Gila apa??? Ini sarapan apa kondangan?? Dan ini GRATIS? Dan gue bakal makan model kaya gini 3x dalam sehari ??? Siap2 aja gue bakal masuk majalah sebagai gadis tergendut di dunia !

Awal-awal gue kalap. Gue makanin semuanya. Sepuas gue. Buahaha. Maklum namanya juga orang susah. Dari yang biasa makan siang doang, tiba-tiba disodorin keadaan kaya gini ya gimana gue nolak? Bisanya cuma bersyukur doang gue hahaha *ketawa setan*
Tapi makin kesini gue sadar bahwa gue harus jaga berat badan. Karena tubuh gue ini emang titisan gendut, makan normal aja bisa tetep gemuk, gimana klo sampe gue makan berlebihan?? Dengan ketidakinginan suatu hari nanti suami gue segede kapal pesiar karena cowok normal ga ada yang mau nikahin cwe segendut gue, gue pun merubah menu makan gue. Pagi gue cuma makan roti tawar + susu, siang boleh bakan normal, malem cuma minum susu. Yah boleh deh nyemil2 apa gitu, satu potong ayam atau 2 potong kue hahaha

Oke kelar makan gue (cewe sendiri) dan para cowo2 perkasa cabut ke site naik mobil. Dan lo tau apa? Sumpah terapi kesehatan banget pagi-pagi ngelewatin jalanan yang pemandangan kiri kanannya pepohonan lebat dan masih dipenuhi kabut. Subhanallah. Thanks God. Kau memberiku kesempatan menikmati keindahan cipataanMu ini setiap pagi. Di Jakarta mana adaa, yang ada kabut dari knalpot.

Well, gue sempet shock pas liat kaya gimana site-nya. Gembel. Hahaha. Ya klo mau dibilang lebih halus, sederhana lah. Gue kira kan bakal wah gimanaaa gitu. Tapi belakangan gue paham, buat apa bikin bangunan bagus-bagus tengah hutan? Dengan bangunan dan peralatan yang secukupnya saja asalkan emas masih bisa terus ditambang dan diproduksi, bangunan cuma menjadi pelengkap kan? Laboratoriumnya sih ga jelek2 amat koq, terbuat dari batako. Memang kecil tapi, mungkin sekitar 10x8m. Semuanya sederhana dan seadaanya. Meja kerja di sekeliling dan tengah ruangan dari batako berlapis keramik, wastafel di setiap ujung meja, ruang asam di pojokan ruangan, dan ruang AAS serta ruang office tempat komputer dan rak laporan2 di bagian belakang. Not bad... I'll gonna fall in love with this place someday, however.
Cuma, ruangan lain yang kelewat sederhana. Kantor para admin dan pejabat2 Ensbury, dibuat dari hasil sulapan konteiner. Bisa bayangin ga?? Sumpah gue aja baru liat ada di Ensbury ini. Tau konteiner kan?? Konteiner itu lho, yang peti kemas gede buat ngangkut barang lewat kapal! Disulap jadi kantor dengan dikasih pintu, jendela, dan lantai yang dilapisi karpet, dikasih meja, kursi, wah dari dalem asli kaya kantor beneran dah. Tapi klo dari luar mah bikin ketawa, lucu banget ngeliatnya. Satu konteiner buat ruangan satu atau dua orang, jadi lucu klo pagi2 ngeliatin orang2 kantor pada masuk konteinernya, kaya lagi di dunia smurf, yang orang2nya masuk ke rumah jamurnya masing2. Hahaha
Tapi yang bikin gue terpana itu areal tambang dan produksi emasnya. WOW. Luas braaaayy. Banget. Ada tanki-tanki segede gaban yang berkapasitas 10.000 ton tersusun rapih sebanyak 12 buah! Ada tailing dum yang seluas danau toba hasil dari buangan lumpur emas. Ada ruang refinery yang dalemnya emas yang udah diolah jadi batangan. WOAAHH. It's cool mennn!! Inilah kerjaan yang gue nanti-nantikan! Turun lapangan langsung! Menantang! Laki! hahaha

Nanti deh gue fotoin biar lo semua jelas ngebayanginnya. Soalnya sekarang gue lagi masuk malem, jadi gelap ga bisa difoto. Yak, di sini di shift. Dan gue lagi kebagian shift malem sampe gue pulang nanti.17 hari shift malam dan terjaga semalaman sampe pagi. Tepok tangan buat gueeeee *prok prok*

Dinikmatin aja guys :)
Lagipula gue seneng koq masuk shift malem, bebas ngoprak-ngoprek kompi, nih contohnya lagi ngeblog HAHAHA

Life is amazing, isn't it ?


Sunday, October 7, 2012

Hari Pertama di Borneo Part 2

Okeh, kita lanjutkan cerita yang kemarin.
Sampe mana kemarin? Oh sampe gue ngaso2 di mess singgah Pangkalanbun ya?
Iya, gue ngaso2 tuh.. makan siang, sholat, trus ngobrol2 sama "ibu-ibu" di ruang makan. Sementara bapak-bapak ngobrol di ruang tengah, bersama bule gede tadi. Sedikit nguping mereka ngomongnya pake bahasa inggris campur-campur indo campur jawa. Lah?
"Orang kantoran Ensbury ga ada yang orang kalimantan asli Mbak, semuanya rantau, kebanyakan dari jawa." jelas Bu Rini, pengurus mess situ ngeliat gue ngelirik-ngelirik mulu ke arah bapak-bapak.
Oh gitu toh... pantesan.
"Mr.Peter itu udah 10 taun di indo Mbak, istrinya orang Jawa."
"Mr.Terry, yang punya Ensbury, juga istrinya orang indo Mbak, orang Indramayu."
Waw. Hebat bener yak tuh orang-orang bule. Hijrah dari negaranya ke negara kita bawa dolar yang banyak, trus kawin ama orang kita, trus bikin perusahaan tambang emas dan ngeruk tanah indonesia seenak perutnya.  Trus kaya raya lagi. Trus memperkerjakan orang-orang negara kita jadi buruhnya, dan termasuk gue.
Tapi, ngeliat orang asing ngomong bahasa inggris dengan fasih depan gue gini, gue mau ga mau senyum sendiri juga. Dari dulu, gue pengen banget bisa kerja di perusahaan asing, supaya bahasa inggris gue bisa kepake. Eh, ternyata kesampean juga. Yah, meski bulenya ga bener2 bule dan ngomongnya udah medok jawa, gapapalah.. Tetep aja ini merupakan peningkatan dibanding gue di pulogadung, yang orang2nya kalo gue nyanyi lagu inggris aja pada tutup kuping karena pusing. Bukan karena suara gue jelek hoy! Gara2 mereka ga ngerti bahasanya. Ckckckck. 

Jam menunjukkkan pukul 02.00 pm. Akhirnya gue, Pak Manaf, sama Mas Anto siap2 melanjutkan perjalanan lagi. Oke deh, cepetan dong, gue udah penasaran gila mau liat site-nya tuh kaya apa sih. Tapi ternyata rasa penasaran gue harus gue tahan. Kita ga langsung meluncur ke Pangkut, tapi ke pusat kota pangkalanbun dulu, belanja. Buat nyetok di mess Pangkut. Jadi si Mas Anto riweuh dah berhenti2in mobil dari toko satu ke toko lain. Beli beras, sembako, mie sedus di toko kelontong, trus ke toko material beli bohlam dan gulungan kabel, ke apotik beli obat-obatan, terakhir beli gas di agen LPG.
Wew. Segitu HUTANNYAKAH pangkut? Hanya itu kalimat yang bisa gue tanyakan dalam hati gue.
Kelar belanja, mobil melaju lagi. Pemandangan kiri kanan masih biasa, pedesaan yang tenang. Tapi satu kesan yang gue tangkep, Borneo ga panas2 amat koq, orang2 bilang di sini panas dan gersang banget, tapi menurut gue, sama aja ama Jakarta. Apa karena gue di dalem mobil AC ya? Hahaha
"Tidur aja Mbak dewi, masih jauh skali lho. 1 jam jalan aspal, 2 jam jalan tanah."
"Jalan tanah?"
"Iya, udah masuk daerah pertambangan. Jadi jalanannya masih tanah. Nanti tuker mobil sama mobil site, kalo pake mobil ini mah ga kuat ngelewatin medan jalan yang kaya gitu."

UWOW. Gila wi, kehidupan baru lo bener2.... AWESOME
Bener2 jadi anak utan lo, wi ! Medan perang yang keras menanti lo! Keren bray! Selamat yak! Wuhuu!

Mobil tiba2 berhenti di sebuah kedai makan. Jadi ini ternyata spot "barter"nya. Tapi mobil yang dari site masih on the way, berarti kita ngopi2 dulu di dalam sambil nunggu. Mantap. Kopi pertama gue di tanah Kalimantan terasa begitu nikmat banget, beda ama biasanya! Suasana jalanan yang lengang di luar, dengan pepohonan yang masih banyak dimana2, dan pembicaraan bapak-bapak mengenai pertambangan yang masih asing banget buat gue, bener2 gue nikmatin banget. Gue suka semua petualangan baru ini. Gue siap dan penasaran banget pengen tahu apa yang menunggu gue selanjutnya.

Akhirnya mobil site dateng. Kita transfer barang, termasuk semua belanjaan tadi. Salaman dan say thanks buat Mas Anto, dan kita lanjutkan perjalanan. Ternyata Mas Anto sama sekali ga bohong, buat bisa nyampe site kita harus melewati 2 jam jalan tanah. Jalan tanah yang bener2 tanah. Yang bikin udara mendadak jadi kabut debu kalo mobil lewat. Kiri kanan hutan. Gak ada tanda2 kehidupan. Sama sekali. Garis bawahi ya, SAMA SEKALI gak ada tanda kehidupan. Hutan! Murni hutan sawit semuanya! Sejauh mata memandang!
GILA. Kereeeeeeeen.
Truk-truk segede gaban yang ngangkutin kayu lewat silih berganti papasan dengan mobil kami. Itu truk kayu yang bener2 gede pemirsa!!! Kalo sampe aja ada satu kayu yang jatoh aja, mati udah gue !
Jalanan medannya bener2 gokil, meski gue di dalem mobil, pantat gue tetep lompat2 sendiri. Hahaha. Maklum, jalanan alami, masih banyak batu2annya.
2 jam bener-bener 2 jam gue lolompatan di mobil gara2 medan perang yang dahsyat ini. Sampe ga sadar, langit udah berubah jadi gelap. Dan kalian tau apa?? Gak ada lampu jalan. GELAP GULITA. Sumpah demi Allah. Kita cuma ngandalin lampu mobil doang. Bener2 sinting ini semua. Gue ga bisa berhenti mangap bahagia dah pokoknya! Hahaha

Dan pemandangan yang paling berkesan dalm hidup gue itu pun terlihat. Saat mobil melalui jalanan nanjak, si supir nyeletuk, "Nah itulah plant kita Mbak dewi. Welcome to Ensbury."
Dalam kegelapan malam, ditengah-tengah hutan, plant gue pun terlihat, cahaya lampu cuma berasal satu-satunya dari sana. I n d a h  b a n g e t s u m p a h. Kaya mall yang berada di tengah2 kota yang mati lampu.
Gue masih cengo sampe akhirnya mobil ngelewatin plant, dan gue baru nyadar.
"Lho mau kemana?? Koq plantnya dilewatin??" *panik takut diculik*
"Hahaha ya ke mess Mbak. Itu plantnya saja. Mbak emang mau kerja sekarang?"
"Lho messnya ga di dalem plant??"
"Ya ngga toh Mbak, ga boleh ada tempat tinggal di pertambangan. Mess kita 2 kilo dari sini."

Waw. Great. Apalagi? Apalagi hal awesome berikutnya???

Mobil memasuki daerah desa kecil. Yang rumahnya satu sama lain jauhnyaaaa minta ampun. Dan gelap. Setiap rumah paling cuma pake lampu petromaks buat di terasnya. Gila, rumah penduduk kalimantan. Gue terjun langsung tinggal di daerah kaya begini! Ethnic runaway banget dah! Selamat yak, wi !

"Kita sampe. Selamat datang di mess kita."

Kesan pertama gue liat dari luar : cozy.
Gimana ga cozy, halaman luaaaass dengan pohon2 di sekelilingnya, rumah dengan dinding terbuat dari kayu, dan terdengar suara orang2 bercengkarama dari dalam?
Tapi, pas gue memasuki mess itu, kesan gue langsung berubah. Jadi : Keren.
Gimana ga keren kalo gue langsung disambut sama ruang tamu yang ada TV segede gabannya alias home theatre?? Ruang tamu yang nembus langsung ke ruang makan. Meja makan besar bundar di pojok ruang makan, yang meski ga keliatan jelas menunya apa, tapi gue tau itu pasti enak2, meihat banyaaaknya macemnya. Geser dikit ada meja makan lagi tempat piring dan gelas, oh pasti ngambil piring dan gelasnya di situ. Lalu ada segala macam toples di sana, yang ternyata segala jenis kopi, susu berbagai rasa, teh, dll. Dan botol-botol selai berbagai rasa, roti tawar, dan entah cemilan2 apa lagi di situ. Wuaaahh gendut gila gue di sini mah.

Gue pun dianter ke kamar gue. Dalam perjalanan ke kamar gue, ada ruang tv lagi, dengan dvd player, sofa gede empuk, meja yang dibawahnya buat nyimpen dvd, ada treadmill juga, dan lalu Mbak Ruth yang nganterin gue jelasin klo tv nya indovision,, baiklah....UWOOW.
Gila. Jadi luarnya doang tradisionil rumah penduduk tapi ternyata dalemnya modern ??? Hanjjiiir bakal betah ini mah gue. Muehehe

Mantap bray.
Hari paling berkesan dalam hidup gue dah. 17 September 2012.

Sabar nunggu gimana cerita gue di borneo selanjutnya ya!
Jangan lewatkan!









Saturday, October 6, 2012

Hari Pertama Di Borneo Part 1

Hari itu tepat tanggal 17 September 2012.
Tanggal biasa memang, tapi hari itulah hal yang paling luar biasa dalam hidup gue terjadi. Titik baru kehidupan gue, perjalanan gue, dimulai dari hari itu. Hari dimana gue berangkat ke Borneo.
Pesawat Jakarta (CGK) menuju Pangkalanbun (PKN), Kalteng berangkat pukul 09.45. Lumayan bikin gue grusak-grusuk pagi hari di rumah karena yah kalian taulah, Jakarta, derita macetnya tiada akhir... *peres kain pel*

Bokap gue yang paling super rela bangun pagi2 buat jadi superhero dadakan anak gadisnya ini. 
Gue : *shock liat papa ganti baju* Papa mau nganterin dewi??
Papa : Iya dong, masa kamu mau berangkat rantau papa ga nganter
Gue : Asiik, sampe bandara pa?? Naik apa? Pinjem mobil Mama Evi ya? (nama tetangga)
Papa : Ya nggalah, sampe damri. Manja kamu.
Gue : -___-

Kadang suka heran, dibandingin seluruh bokap temen2 cwe gue, kagak ada dah yang ngelepas anak gadisnya SELEPAS bokap gue ini. Ini gue mau ke Kalimantan lho sodara-sodara! Untuk sebulan lebih lamanya! Bisa bayangkan kan gimana reaksi bokap gue klo gue cuma pamit main di daerah rumah? Sama aja kaya lo ketika di kelas minta ijin ke wc ama guru. Ga mungkin ga dibolehin, dan malah dijawab dengan lambaian tangan, "yaudah sana, jangan lupa cebok ya!"
Cinta mati banget dah ama bokap gue.

Oke weeeell, back to topic. .

Gue sampe bandara kepagian. Jam 07.00. Pesawat jam berapa tadi? 09.45. Yak sempurna sekali. Lumayan gue bisa olahraga ngepel lantai bandara 2 setengah jam *peres kain pel*
Gue sebenernya ga begitu masalah disuruh nunggu. Tapi kenapa kali ini bermasalah adalah : gue laper. Kaga sempet sarapan gara2 takut kemacetan dan taunya malah kepagian, bikin gue jadi bete. 
Biasanya gue hobi ngajak orang kanan/kiri gue ngobrol, apalagi bule. Tapi ya berhubung gue udah terlanjur bete jadinya gue diem aja dah sambil ngeliatin pesawat datang dan pergi silih berganti.

Akhirnya naik ke pesawat. Dengan doa dalam hati khas jomblo, "Semoga samping gue cowok cakep, amiin"
Sumpah lho gue doa kaya gitu, bukannya doa minta selamat. hahaha *maapin aku Ya Alloh*

Dan jreng jreng
Beneran cowok sih kiri kanan. Tapi yang satu samping jendela lekong-lekong, dan yang satu lagi bapak-bapak nyaris bisa disebut opa lah. -____-
Dengan menghembuskan nafas, gue duduk di tengah mereka.
Everything's going fine. Sampe akhirnya mereka berdua tertidur. Si lekong-lekong tidur dengan mulut menganga. Oke ga masalah. Gue cuma ga perlu ngeliat dia kan? Dan si bapak-bapak, yak dia ini yg masalah2, karena dia NGOROK.
Dan gue jd ga bisa tidur. Terkutuklah kau bapak-bapak mini yang duduk samping gue di pesawat!

Pesawat pun mendarat. Wuhuuuu sampe juga lu wiii di Kalimantan!!! 
Girang abis gue sumpah.
Saking girangnya, gue langsung nelepon sopir yang ngangkut gue dari bandara.
"Ohya mba, saya di depan. Pake baju coret-coret ya!"
Dalam hati bingung, hah? Coret-coret? Buset, di Kalimantan gaya bajunya begitu?
Tapi pas gue liat di bagian arrival, ga ada yang pake baju corak coret-coret. Coret-coret di Kalimantan tuh kaya gimana sih?? *mulai setres*
Tiba-tiba ada seorang mas-mas yang datengin gue, tapi dengan baju garis-garis. Gue langsung waspada. Ga lucu dong klo baru sampe tanah orang gue udah diculik ?
"Mbak dewi ya?? Saya Mas Anto, Mbak"
"Lho katanya pake baju coret-coret?"
"Iya ini kan coret-coret, Mbak. Coret-coret garis."
"Oh.. yayaya" *mencoba senyum ramah padahal mules*
"Wah Mbak dewi cuma bawa ransel aja? Dikit ya bawaannya."
"Ngga, saya bawa.... KOPER GUE !" *ngibrit lari lagi ke dalem bandara*

Mas Anto puas banget ngetawain gue. Tapi baguslah, karena suasana jadi cair lebih mudah jika kalian sudah tertawa bersama dengan lawan bicara anda.
Kita ke mobil. Dan sampai di mobil ternyata di kursi depan udah duduk seseorang.
"Mbak dewi, kenalin ini  Pak Manaf, orang plant juga."
Dan pas bapak-bapak itu nengok ke gue, jiaaahhh itu bapak-bapak mini yang ngorok dan duduk samping gue !!
"Lah kamu?? Wah tau gitu tadi kita di pesawat ngobrol ya! Saya ngantuk sekali jadi tertidur. Kamu tidur?"
"Hehe ngga pak, saya ngga bisa tidur di pesawat." (yaelaaah gara-gara dengkuran elu)
"Pak Manaf ini Kepala Teknik Tambang kita lho, Mbak dewi."
Lemes. Yak. Dan gue tadi udah terlanjur mengutuk dia, yg ternyata KTT di tempat gue kerja. Bagus.

Mobil pun melaju. Gue pun mengalihkan pandangan ke jalanan. Pemandangannya ga begitu beda ama desa-desa di pulau jawa. Ga begitu rame, ga begitu sepi. Hoo gini toh Kalimantan...
Mobil berhenti. "yak, kita sampe di mess." kata Mas Anto
"Lah koq cepet banget? Katanya jauh?" tanya gue
"Hahaha ini mess singgah di pangkalanbun, kalo saya mesti nganter kamu ke plant, modar saya hahaha."

Dengan tampang cengo gue masukin mess.
Cewe berusia 25an yang nyambut gue. Ramah. Trus gue dikenalin ama orang-orang penghuni mess itu. Ada 2 cewe, 2 cwo termasuk Mas Anto, dan seorang bule yang gede banget. Yang lainnya lagi pada keluar katanya.
Ternyata itu mess singgah buat semua karyawan yang emang lagi berangkat/pulang bandara. Tapi mess itu juga seperti "penjembatani" plant yang di pangkut dengan dunia luar, atau jakarta. Kalo ada kebutuhan-kebutuhan di plant seperti sembako, tabung gas, sabun, atau alat-alat perkantoran seperti kertas, tinta printer, dan bahan-bahan kimia kebutuhan lab, semua diurusnya di sini. Kalo ada perlu kirim-kirim barang atau surat-surat dari/ke jakarta pun lewat sini semua. Karena kantor pos, warung-warung lengkap gitu adanya cuma di Pangkalanbun ini.
Di Pangkut, ga akan ada. Karena sekeliling lo adalah HUTAN BELANTARA. hahahaha

Mau tau gimana serunya perjalanan gue dari Pangkalanbun menuju Site Pangkut ?

Tunggu besok yaaah, mata sepet euy hahaha

Karena 1000 mil perjalanan baru dalam hidupmu, dimulai dari langkah pertama. 

Friday, October 5, 2012

Banting Stir Kehidupan Ke Borneo

Ada pertanyaan dari seorang teman lama, "Wi, jadi lo sekarang kerja di Borneo?"
Dan ketika saya jawab ya, dia bertanya lagi, "Borneo itu dimana?? Luar negeri bukan?? Gila keren lo udah nyampe luar negeri aja!"
Hahahaha. Salah kaprah ternyata.

Borneo adalah nama awal dari pulau Kalimantan.
Sama seperti Jakarta dengan Batavia, atau Bogor dengan Buittenzorg.
Kalo mau tau lebih dalam filosofinya, nama Borneo berasal dari kesultanan Brunei. Jadi pada jaman dahulu orang Eropa salah mengira bahwa kesultanan Brunei menguasai seluruh pulau, sehingga terbawalah kebiasaan menyebut pulau Kalimantan dengan Borneo. Padahal wilayah Indonesia sendiri mah namanya tetep Kalimantan.
Jadi, jangan salah kaprah dua kali yah hahaha

So, bagaimana ceritanya gue bisa jadi terdampar di pulau yang terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Sungai" ini?

Sebenernya kalau mau jujur, gue akan jawab : keberuntungan. Tapi, sebenarnya lagi, gak ada yang namanya keberuntungan di dunia ini. Semua yang terjadi di bumi dan langit ini sudah menjadi kuasa dan kehendak Tuhan, bukan? Jadi gue ralat : "mungkin inilah cara Tuhan membalas setiap kepahitan gue selama ini."
Dari dulu, gue suka banget yang namanya kerja lapangan.Gue pengen banget bisa kerja di bidang pertambangan/perminyakan, atau kehutanan, perkebunan, pertanian. Gue suka banget ama yang namanya hutan, alam liar, kebun, sawah, yahh pokoknya yang berhubungan langsung ama alam atau lingkungan deh! Gue suka banget ngeksplor tempat atau daerah baru. Gue suka segala sesuatu yang menantang. 
Maka, itu semualah yang membuat gue memiliki mindset : gue pengen banget kerja di luar pulau.
Luar pulau, luar pulau, luar pulau, itulah yang terulang-ulang dalam pala gue. Mimpi.Yap benar. 
Bermimpilah, dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu - Andrea Hirata
Tapi, gue ga selesai sampai di mimpi. Gue berdoa. Dan ada satu penyakit gue yang mendarah daging : kalo gue udah punya keinginan atau kemauan, pasti gue kejer ampe mampus.
Gue gampang berubah fikiran. Yap benar. Saat ini gue pengen itu, maka itu yang akan gue kejar. Dan gue pengen kerja ke luar pulau, maka mulailah gue berusaha ngeruk segala info dan nyebarin lamaran ke perusahaan-perusahaan yang cocok ama suara hati gue.
Sebulan. Gak ada panggilan. Nyerah? Jelas ngga. Gue nunggu. Ingat ya, menunggu bukan berarti menyerah.
Setahun. Masih gak ada panggilan. Baru gue ikhlas. Oh, mungkin emang bukan jodohnya.

Gue pun menyabarkan diri kerja di perusahan supplier di pulogadung. Dengan gaji yang sangat-sangat minim untuk kehidupan di jakarta yang kejamnya minta ampun, gue tetep melanjutkan hidup gue. Makan cuma sekali pun menjadi sesuatu yang biasa. Begitu hebatnya kuasa Tuhan yang menjaga gue tetap sehat ya.
Sampai akhirnya, setelah setahun, ada angin segar buat gue.
Herru, yang gue panggil Ngehe, temen karib jaman smakbo dulu yang membawa kabar berita itu, yang notabenenya sudah menjadi supervisor lab di sebuah perusahaan tambang emas di Kalimantan.
Doi bilang butuh asisten. Gue pun nanyain semua positif negatif di sana, gimana suasananya, apa aja fasilitas yang bakal gue dapet, pokoknya dalam semalem si Ngehe gue kupas abis sampe ke akar-akarnya!
Dengan senyum lebar, gue pun kirim email lamaran ke PT Ensbury Kalteng Mining itu.

Sebulan. Dua Bulan. Gak ada panggilan. Kecewa? Ya. Tapi yasudahlah. Gue ngikhlasin lagi.
Gue tetep percaya, bahwa ada 3 cara Tuhan mengabulkan doa hambaNya, 
1. Mengabulkannya langsung
2. Menunda mengabulkannya
3. Tidak mengabulkannya, tapi menjanjikan dengan yang lebih baik.

Dan ternyata, kali ini Tuhan mengabulkan doa gue dengan yang nomer dua. Menundanya.
Jadi akhirnya lo diterima, wi?? Ya. Setelah dua bulan penantian gue akan Ensbury, dan setahun lebih penantian gue akan kerja di perusahaan tambang luar pulau, Tuhan mengabulkan doa gue.
Ensbury nelefon untuk interview. Dan sekali lagi, kalo Tuhan sudah berkehendak, segalanya menjadi mungkin. Semuanya berjalan dengan lancar. Gue langsung diterima. Perusahaan mau menyanggupi expected salary gue, yang sumpah, gue asal banget nulis minta segitu.
Dan dalam 2 minggu gue udah bisa mulai kerja. Gue harus dateng lagi sehari sebelum keberangkatan, untuk ngambil tiket pesawat, surat-surat, dan uang jalan. Uang jalan! Demi apa? Nginjekin kaki di labnya n apalagi kerja aja belom, gue udah dikasih uang jajan?? Semua-semua sudah diatur perusahaan. Kamar mess udah disiapkan, sopir menjemput dari bandara sudah, jadi gue tinggal packing barang, dan terbang !

Seneng? Lompat-lompat? Gak, gue cengo. HAHAHA

Ternyata bener kan, buahnya sabar itu manis :)


Oke itulah asal muasal kehidupan gue di Borneo sini.
Besok akan gue jelasin gimana amazingnya kehidupan Kalimantan yaaa :D

Bermimpilah, dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu - Andrea Hirata
Gak ada keberuntungan di dunia ini, semua hanyalah caranya Tuhan membalas setiap kepahitan dengan kemanisan - Dewi Anty Tamana Putri 





Tuesday, August 28, 2012

The Time Traveler's Wife



Hey,  apakah kalian suka menonton film?
Dan apakah kalo kalian sedang mengalami suatu kondisi, kalian suka tiba2 keingetan sebuah film yang jalan ceritanya (atau nyaris) sama? Dan lalu sengaja malah menikmati kondisi itu dengan menonton ulang film tersebut? Tak peduli betapa jadulnya film itu atau sudah berapa kali kamu menontonnya, tapi kamu tetap berusaha mencari dan menontonnya kembali semata-mata mencapai...apa ya namanya? Satisfied, mungkin?

Yap, gue termasuk orang itu.

Seharian ini gue lagi mellow. Ga tau kenapa. Pms? Mungkin. Emang mau tanggalnya #abaikan.

Dan film yang seketika terbayang di benak gue dan langsung gue niatin mau gue tonton ketika gue sampe rumah yaitu : The Time Traveler's Wife.

Gue gak bilang  klo ini film bagus banget. Cuma, kalo lo  pernah atau sedang menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationship), atau punya kekasih yang suka berpergian, jalan-jalan (traveller), atau bahkan suka ngilang tiba-tiba tanpa kabar, lo mesti nonton film ini.
Kenapa? Supaya lo belajar kesabaran yang dimiliki oleh Claire, tokoh utama perempuan di film ini.

Gue suka banget banget sama si Claire. Alasan gue suka dia bukan karena yang memerankan dia itu adalah Rachel McAdams yang notabene aktris favorit gue, tapi karena emang kepribadian dia di film ini keren banget.

The Time Traveler's Wife = Istri Si Penjelajah Waktu

Maksudnya apa?
Jadi begini ceritanya,..

Claire Abshire.
Seorang seniman. Cantik, muda, bertalenta, dan sehat. But let's see how magic the strength of love that can make her just stuck in love with one guy in this world, Henry De Tamble.
Perempuan yang memutuskan untuk  jatuh cinta pada hanya satu pria di dunia ini emang udah biasa. Bahkan cinta yang bertepuk sebelah tangan sekalipun. Bahkan ketika sang pria tak pernah mencintainya sedikitpun dan hanya mondar-mandir di kehidupan perempuan itu, tapi perempuan itu tetap menunggunya dengan setia pun, sudah biasa.
But, what if you are a guy with a rare genetic disorder? Would you still love him?

Henry, he's not same like the other guy. He's really not worth to be loved, because loving him is just same like hurting yourself for waiting someone who is not 'real'.

Henry punya kelainan genetik yang dibawa sejak lahir. Yang secara medisnya katanya disebut Chrono-Displacement, a causes that makes him to involuntarily travel through time.
Henry harus menjalani hidupnya di antara pergeseran waktu, melompat-lompat bolak-balik melalui jangka hidupnya, baik itu masa lalu ataupun masa depan. Dan itu semua di luar kendalinya. Dia mulai mengalami hal itu sejak umur 6 tahun, dalam suatu kecelakaan yang membuatnya kehilangan ibunya.

And there she is, Claire,  yang jatuh cinta pada Henry sepanjang hidupnya. Yap, Henry si time traveler. Time traveler yang bahkan tak tahu kapan dia harus pergi dan kembali. Time traveler yang ketika pergi hanya meninggalkan seonggok pakaian dan datang dalam keadaan telanjang karena bajunya berada di masa yang dia tinggalkan.

Claire pertama kali bertemu dengan Henry ketika dia berusia 6 tahun. Claire kecil sedang piknik di hutan dan Henry dewasa mendatanginya dari masa depan. Henry yang muncul tanpa busana meminta selimut pada Claire dan terpaksa menjelaskan bahwa dia adalah time traveler. Claire kecil yang cerdas tentu saja tak percaya, hingga akhirnya dia menyaksikan Henry menghilang depan matanya, lenyap di udara begitu saja, meninggalkan selimut Claire di tanah.

Sejak pertemuan pertama, Claire selalu menunggu Henry. Dan Henry selalu datang, meski tak selalu mulus sesuai yang diharapkan. Penantian Claire sangatlah setia. Dia mencatat setiap tanggal kapan Henry datang di buku diarinya. Bertahun-tahun. Hingga Claire dewasa. Dan mereka bertemu kembali di sebuah perpustakaan, Henry sama sekali tak mengenalinya, namun Claire? Jelas dia telah mengenal Henry sepanjang hidupnya, dan menanti momen ini. Ketika dia bertemu Henry dengan keadaan sama-sama dewasa.
Mereka pun berpacaran.
Semuanya sama sekali tak mulus. Henry sering tidak datang dalam janjinya , dan berkali-kali membuat Claire menunggu.  Bahkan ketika akhirnya Henry melamar Claire, tentu saja Claire menerimanya dengan senang hati, tapi yang Henry lakukan malah menghilang ketika sumpah depan pendeta akan diucapkan. Henry menghilang saat malam pertama mereka. Henry menghilang saat ini, saat itu. Berkali-kali. Dimanapun dan kapanpun. Ngilang! Wuss! Bayangkan itu terjadi pada pacar kalian deh!

But, you know what?? Claire tetap mencintainya ! Bah !

Bahkan ketika akhirnya Claire selalu saja keguguran, karena bayinya juga "jalan-jalan", mewarisi gen Henry, Claire hanya mampu menangis, tapi tak sedikitpun meninggalkan Henry. Meski menjadi ibu adalah keinginan terbesar dalam hidupnya. Oh God, mana ada perempuan yang tak ingin jadi ibu ? Apalagi karena bayinya "hilang" dalam kandungannya??

Puncak filmnya adalah ketika Henry melihat ke masa depan, bagaimana dia akan mati.
Dan gak akan gue ceritain gimana kelanjutannya. Hahaha
Iyalah, atuh ga penasaran dong nanti? Jadi silahkan nonton aja, ending filmnya lumayan menyedihkan, tapi kalo kalian ga pernah ngalamin rasanya selalu ditinggalin kaya Claire, mungkin ga sampe ngeluarin air mata sih kaya gue hahaha

Sebenernya ini film lama lho. Tahun 2009. Ini film juga sebenernya adaptasi dari novel. Penulisnya namanya Audrey Niffenegger. Katanya film ini Cuma ngangkat sepertiga dari keseluruhan novelnya. Makanya, gue penasaran banget pengen baca, pasti akan lebih mengharukan deh bisa tau gimana detilnya setiap Henry ninggalin Claire. Tapi sampe sekarang belum nemu novelnya :(

Yang paling berkesan dari film ini sih, ya itu tadi, karakter si Claire.
Cinta tak bersyarat dan cinta yang paling sabar, mungkin itu gelar yang Claire dapat dari cintanya ke Henry.


My Favourite Scene : Claire kecil dan Henry dari masa depan

Huah, harus banyak belajar lagi nih.
Masih kalah banyak sama Claire, hahaha :D

Sunday, August 26, 2012

Ngebolang Galeri Seni di Jakarta



Hari lumayan cerah di hari sabtu kemarin, gue memutuskan ngebolang Jakarta.
Tujuan awal gue, Galeri Nasional Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan kalo sempet Museum Gajah. Ya gue prioritasin buat datengin galeri dulu karena sbenernya gue tuh gatel banget pengen liat lukisan2 ! Sumpah deh!
Tapi ternyata keadaan busway pas gue transit di kampung melayu, kurang bersahabat. Rame boo. Semua orang pada mudik naik busway kayanya jaman sekarang. Karena di sekeliling gue banyak banget orang asing yg gue yakin bukan orang jakarta. Ada yang bawa ayam, nenek samping gue malah lagi nyirih, trus bapak2 deket gue iya sih hengponnya dakota, tapi ngomongnya Juawa tenan rek. Hahaha
Gue nyoba sabar2in diri dan asik2 aja dengan keadaan itu.
Apalagi sekarang gue punya sahabat baru di hp android gue, Peta :D
Yak sambil ngilangin bete gue kotak-katik lagi tuh google maps yang udah gue kotak-katik semaleman sebenernya. Berhubung ini gue bener2 pertama kalinya ngebolang ke museum, wajar dong gue berulang2 kali mastiin tuh lokasi dimana?
Gue turun dari busway di shelter senen. Menurut peta yang gue baca, gue harus ke gambir, karena lokasi Galeri Nasional di deket sono.
So gue ngelanjutin perjalanan nae  bus P7 Pulogadung-Grogol.
Sebel sebenernya setiap naik bus ini. Rasanya seperti tersedot ke masa lalu bersama ex. Huah.
Menghindari fikiran gue yang nginget2 masa lalu, akhirnya gue ngasikin diri buka2 peta lagi aja.
Sampe keasikan, dan gue malah kelewatan nyampe harmoni. Hiyyyah. Harusnya kan gue turun di gambir !
Mengutuki diri sendiri kenapa pake headset sehingga ga denger kenek neriakin gambir, gue pun turun.
Jiahh gimana dong iniiii, gue ga akan bisa balik ke gambir lagi, karena itu jalurnya kan satu arah, ga ada angkot balik dari sini ke sono lagi.

"Neng, ojek, neng?"

Huah masa harus naek ojek sih. Males nih. Doku woy doku.

Tukang Ojek : Mau kemana neng? Dianterin dah kemana aja neng mau.
Gue : Gratis yak?
Tukang Ojek : Kalo mau gratis, digendong aja ya? Klo nae motor kan pake bensin, masa gratis.
Gue : Yaudah gpp digendong juga. Deket ini koq.
Tukang Ojek : *ketawangakak* emang mao kemana sih? Monas??
Gue : Galeri Nasional, tau gak?
Tukang Ojek : Tauu, gambir situ kan? Ayo dah naek.
Gue : Berape?
Tukang Ojek : 15 dah
Gue : Ogah. Orang deket situ doang 15 bang. Kaga ada 5 menit kesitu.
Tukang Ojek : 10 rebu dah. Ini kan masih tarif liburan neng.
Gue : 7 rebu. Harga mati. *silangtangandidada*

Akhirnya dengan debat panjang dan si abangnya minta cium pipi segala dan gue ancem nanti anaknya di rumah bisulan, tuh abang ojek mau 7 rebu. Wakakak gue brhasil nawar setengah harga. Cihuy.

Sampe dengan selamat di Galeri Nasional. Cuma mencurigakan banget romannya tuh museum. SEPI banget gila.

Gue : Yah,, pak, tutup ya??
Para satpam : Iya tutup sayang. Kamu ngapain kesini ? -->pertanyaan macam apa ini
Gue : Ya mau masuk museum lah pak. Katanya buka tiap hari sampe jam 5.
Satpam : Ya tapi kan ini masih termasuk libur lebaran say haha
Gue : Dih, ga adil banget. Ini kan udah bukan tanggal merah!
Satpam : Ya tapi kan orang2nya masih pada mudik dong sayang haha
Gue : *jungkirbalikgondok*
Satpam : Emang mau ngapain sih?? Koq sendirian?? Darimana?
Gue : Dari jauh nih pak, tolong doong paak, kasi dispensasi sama saya buat boleh masuuuk, plis...
Satpam : Hahaha sini sini masuk, ngopi dulu sini *gubrak*

Dan walhasil gue beneran malah ngopi2 di sana dan berbincang2.
Niat gue buat lanjut ke 2 museum berikutnya langsung luntur karena kata mereka semua museum pasti sama pada tutup juga. Dan baru buka selasa nanti.
Gondok sih. Udah jauh2. cape2. niat pengen masuk museum, tapi malah tutup. Tapi gapapa lah,  hikmahnya dapet temen baru satpam museum dan kopi gratis plus bakpia oleh2 dari salah satu mereka hahaha.

Akhirnya gue mutusin buat banting stir aja ke pasaraya grande blok M.
Dulu gue langganan kesono. Bokap yang ngasih tau itu tempat, karena dulu gue suka banget gambar.
Di lantai 3 dan 4nya itu full jualan barang2 seni dan lukisan!

Huaaah surga gue dah pokoknya!


Senangnya gue bisa nyempetin diri nginjekin kaki kesono lagi.
Cape gue langsung hilang dah.
Fresh dan free banget rasanya bisa liat smua lukisan2 di sana yang bagus2.
Coba ada temen yang suka lukisan juga ya, pasti seru kalo bisa ada temen ngobrolin lukisannya.
Gue kan ga jadi segitu anehnya ngomong dan terkagum2 sendiri hehehe
Sayang itu kan mall,  jadi ga boleh difoto2, yaudah deh gue cuma bisa curi2 jepret klo pramuniaganya ga ada di sekitar gue. 
Dan agak sulit, karena pramuniaganya justru ramah2 dan ganteng2, jadi gue malah betah ditemenin hahaha






Gue pengeeeeen bannget ngelukis di atas kanvaaas...
Hope someday can be come true yah, guys :)

Masa Kecil Anak Tahun 1995 vs 2012


    Hei guys, pada punya adek ga?
    Atau ga pastinya sering ngeliat anak kecil jaman sekarang kelakuannya kaya gimana dong..
    Paling gampang ambil aja contoh di mall. Anak kecil terdekat anda pasti pegangan maenannya ga jauh2 dari psp, tab, atau bb.
    Padahal dulu gue mah waktu seumuran mereka, maenan yang gue rewelin dan harus selalu dibawain bokap gue klo pulang kerja cuma satu : puzzle.
    Jaman emang udah berubah banget yah.
    Pasti semua orang tujuannya ga jauh2 dari mall, fashion store, selular store, furniture store, cafe, dll. Huah.
    "Jaman sekarang mah udah gak ada cowo yang mau diajakin jalan2 ke museum yah? Fine, ngebolang sendiri aja :D" 
    Seperti itu bunyinya status fesbuk gue hari jumat kemarin.
    Tiba2 aja jumat malem itu bukannya dapet wangsit buat yasinan gue malah dapet wangsit buat jalan2 ke museum.
    Tempat yang berkategori museum yang udah pernah gue datengin sampe umur gue yg udah 21 ini baru 3, yaitu :
    1. Monas (tamannya doang, naek ke atasnya aja belom pernah, boro2 museum di bawahnya)
    2. Kota Tua (foto2 di luarnya doang, of course)
    3. Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata (karena kakek gue dimakamin di sana)

    Miris ga sih ?

    Yayaya gue tau dari ke-3nya itu ga ada yang termasuk museum yak?
    Yah.. Beginilah, si dewi kecil ga pernah ikutan waktu karyawisata di TK atau SD-nya.
    Dilarang mati2an ama bokap, karena klo sampe gue bandel dan ngikut, gue sendiri yg harus terima akibatnya bakal bengek 2 hari 3 malem gara2 asma gue.
    Masa kecil kurang bahagia? Mungkin.
    Gue baru nginjekin kaki di monas (oke ralat, taman monas) di umur 17 bersama temen2 kosan smakbo.
    Gue baru ngerasain pertama kali nginjekin kaki di kebun binatang dan ngeliat gajah secara langsung di umur gue 20 taun kemarin.
    Gue bahkan belom pernah ngelilingin taman mini, gue baru nginjekin kaki pertama kali di taman mini kemarin karena ada acara anniversary kantor gue kesana, dan itu pun Cuma stuck di satu titik aja.
    Hahaha yah intinya gue gak pernah ke tempat2 kaya museum gitu.
    Iya emang sekarang asma gue mah udah ga masalah dan gue udah bisa jalan2 kemana aja, tapi gak ada yang ngajakin gue buat ke museum.
    Apalagi jaman sekarang, di saat gadget udah kaya kacang goreng yang semua orang bisa dapetin dimana aja, mana adaaaa lagi yg kepikiran ama museum?? Ama barang2 bersejarah? Ama barang2 seni?
    Yang dipeduliin jaman sekarang itu kan gimana agar barangnya ga lemot, gimana agar barangnya bisa diupgrade, bisa akses ini, bisa akses itu, bisa pake aplikasi ini, aplikasi itu. Huah.

    So, trus kenapa gue tiba2 kepikiran?
    Karena dari  selasa-jumat kemarin asma gue tuh kambuh. Kecapean gara2 bolak balik jakarta depok pas lebaran kayanya. Biasa, tubuh gue kan gak bisa shock.
    Jadi deh ke flashbek smua kenangan2 bengek lama waktu masih bocah dulu (hahahapasih)

    Tapi jumat gue udah sehatan dan gue memutuskan untuk jalan2 ke museum hari sabtunya!

    Nanti malem gue ceritain kisah kocak seharian gue ngebolang jakarta ya !
    *brb mandi, seharian masih nempel ama kasur*

Friday, July 6, 2012

Haloo, Apa Kabar Para Writer??


Satu kalimat dari temen baik gue bikin gue tercenung seharian ini.
Dia bilang, "Wi, koq lo udah gak pernah nulis lagi? Mana puisi2 lo, cerita2 lo, kangen gue."

Iya yak?

Udah lama banget gue gak nulis. Sampai lupa terakhir nulis kapan. Ini blog aja udah hibernasi dari taun 2009. Oalah -__-
Dan pas gue buka2 note facebook, ternyata note terakhir gue bertanggal March 18, 2011. Wew. Kemana aja yak gue setaun ini? Kaga ada yg diabadiin jadi tulisan satu pun. Sayang sekali yah, kalo difikir2.. Jadi malu udah nulis Writting sebagai interest gue.

Padahal dulu mah, yang namanya buku note sama pulpen gak pernah bisa lepas dari gue. Bukannya diari sih, tp gue selalu punya satu buku yang slalu gue bawa kemana2, dan isinya apa aja yang bisa gue tulis setiap gue dapet inspirasi.
Gak selalu baku tulisan. Gue juga suka gambar. Maka penuhlah tuh buku dengan segala coretan gue. Coretan apapun. Sumpah apapun. Klo ada yang nanya, "Buat apaan sih, Wi?"

Buat apaan yak? Yah.. kepuasan diri sendiri aja. Hobi. Seneng. Setiap abis nulis, yang pasti gue ngerasain lega (hahaha don't ask me why). Dan setiap akhirnya nanti tuh tulisan gue baca ulang, gue ngerasa nemuin "jiwa" gue aja.
Rasanya sayang aja klo ga ngeabadiin apa yg ada dalam benak gue saat itu dalam tulisan. Cuma, kayanya, dengan segala kesibukan gue, kerjaan gue, kuliah, segala beban fikiran yang nyampur jadi satu, bikin gue lupa sama "jiwa" gue itu. Yang ada hari2 gue hanyalah rutinitas kerja, pulang untuk istirahat, sabtu minggu untuk kuliah, dan begitu seterusnya. Gue lupa dengan hobi nulis gue. Gue lupa dengan buku note gue, yang dulu selalu ada di bawah bantal gue, berganti jadi handphone. Cuma hp kayanya satu2nya barang yg gue pegang pas gue mau tidur, dan gue cari pertama kali pas bangun. Hmmm apakah ini yg namanya pembodohan masa?? hahaha

Intinya, gue kangen nulis.

dan gue akan nyoba nulis lagi.

dukung gue ya teman-teman!!
dan kalian juga, para writer yg gw kagumin tulisannya selama ini, jangan berhenti yaa!

KEEP WRITING!!! :D

Because when voice can't express your feeling, words did.